Perjuangkan Nasib GTT Jateng, Ganjar Temui Jokowi

Josephus Primus
Kompas.com - Rabu, 6 Desember 2017
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memberikan sambutan dalam acara pelantikan Bupati Brebes, belum lama ini. Ganjar akan menemui presiden untuk memperjuangkan nasib ribuan GTT di Provinsi Jateng. Kompas.com/Andi Kaprabowo Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memberikan sambutan dalam acara pelantikan Bupati Brebes, belum lama ini. Ganjar akan menemui presiden untuk memperjuangkan nasib ribuan GTT di Provinsi Jateng.

SEMARANG, KOMPAS.com - Nasib guru tidak tetap (GTT) kian tak menentu dan tersandera berbagai peraturan. Hal itu membuat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akan menemui Presiden Jokowi untuk memperjuangkan masa depan para pahlawan pendidikan tersebut.

Ditemui di Semarang, Ganjar mengatakan akan bertolak ke Jakarta untuk bertemu presiden hari ini, Rabu (6/12/2017). Ia mengaku akan menyampaikan nasib GTT langsung ke hadapan Jokowi. Ia berjanji akan mengawal terus sampai mana tuntutan yang disuarakan GTT selama ini.

“Hari ini saya akan bertemu Pak Presiden, saya akan coba tanyakan, kalau boleh mengawal akan saya kawal terus karena sebenarnya tuntutan GTT itu tidak tinggi-tinggi kok, kalau tidak PNS ya upahnya sesuai dengan upah minimum kabupaten/kota (UMK),” kata Ganjar.

Menurut dia, masa depan bangsa bergantung pada kualitas pendidikan. Untuk mewujudkan kualitas pendidikan yang baik, kesejahteraan guru harus terjamin.

“Kalau gajinya sudah memenuhi, tentu para guru akan lebih fokus mendidik siswanya. Pemerintah yang harus menjamin itu,” imbuh dia.

Politikus PDI Perjuangan itu berkomitmen memperjuangkan nasib jutaan GTT yang tersebar di Jateng sehingga bisa memperoleh kesejahteraan layak.

Ganjar mengungkapkan, keberadaan GTT ternyata tidak diakui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Mereka tidak bisa mengikuti sertifikasi karena tidak memiliki surat keputusan pengangkatan dari pemerintah daerah.

“Untuk mengangkat GTT, bupati dan wali kota tersandera Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2006 yang melarang pengangkatan guru honorer, mereka tidak berani melanggar aturan itu,” tegasnya.

Untuk itu lanjut dia, pihaknya akan terus berjuang untuk memperbaiki nasib ribuan GTT di Jawa Tengah ini.

"Saya sudah sering mendapat keluhan guru GTT, kasihan mereka. Sebagai orang yang dipercaya, saya akan memperjuangkan dan mengawal permasalahan ini," pungkasnya.

Janji Ganjar ini menindaklanjuti keluhan GTT terkait kesejahteraan melalui media sosial ke akun miliknya.

Di antaranya, para GTT menanyakan apakah upah yang diterima bisa lebih baik dari yang sekarang hanya sekitar Rp 200-400 ribu per bulan. Para GTT meminta agar gubernur turut memperjuangkan dan mengawal tuntutan para GTT.

Harapan

Sementara itu, Ketua PGRI Jawa Tengah Widadi saat dikonfirmasi mengatakan, pemerintah pusat telah memberikan harapan terkait dengan tuntutan para GTT.

“Bapak Presiden sudah merespon permasalahan guru honorer dan kekurangan guru yang akan diselesaikan secara bertahap,” katanya.

Penyelesaian kekurangan guru kata dia, akan dilakukan dengan sistem yang mengedepankan guru yang telah lama mengabdi, khususnya di daerah terdepan, terluas, tertinggal (3T), dan guru yang berprestasi.

"Selain itu, Presiden Jokowi meminta tunjangan sertifikasi dibayarkan tepat waktu dan tepat jumlah mengingat dana sudah dialokasikan untuk itu," terangnya.

Masalah administrasi guru lanjut Widadi juga diharapkan dapat disederhanakan agar guru memiliki lebih banyak waktu mendidik para siswanya. (KONTRIBUTOR JAWA TENGAH/ANDI KAPRABOWO)

PenulisJosephus Primus
EditorJosephus Primus
Terkini Lainnya
Kasus Harian Covid-19 Menurun, Penanganan Pandemi di Jateng Terus Membaik
Kasus Harian Covid-19 Menurun, Penanganan Pandemi di Jateng Terus Membaik
Jateng Gayeng
Di Hadapan Menteri PPN/Bappenas, Ganjar Usulkan 2 Program Prioritas
Di Hadapan Menteri PPN/Bappenas, Ganjar Usulkan 2 Program Prioritas
Jateng Gayeng
Banjir di Kantor Gubernur Jateng Surut dalam 1,5 Jam, Begini Kronologisnya
Banjir di Kantor Gubernur Jateng Surut dalam 1,5 Jam, Begini Kronologisnya
Jateng Gayeng
Peduli Spesies Endemik Merapi, Pria Ini Buka Kelas Adopsi Anggrek di Hutan
Peduli Spesies Endemik Merapi, Pria Ini Buka Kelas Adopsi Anggrek di Hutan
Jateng Gayeng
Berbekal Nasi Rames Seadanya, Ganjar Hibur Pengungsi Banjir Pekalongan
Berbekal Nasi Rames Seadanya, Ganjar Hibur Pengungsi Banjir Pekalongan
Jateng Gayeng
Aksi “Jateng di Rumah Saja” Disebut Efektif, Ganjar Siapkan Skenario Vaksinasi dan PPKM
Aksi “Jateng di Rumah Saja” Disebut Efektif, Ganjar Siapkan Skenario Vaksinasi dan PPKM
Jateng Gayeng
Ganjar Sebut Gerakan
Ganjar Sebut Gerakan "Jateng di Rumah Saja" Telah Diatur sesuai Kearifan Lokal
Jateng Gayeng
Ganjar Usulkan Aksi
Ganjar Usulkan Aksi "Jateng di Rumah Saja", Nakes Beri Dukungan Penuh
Jateng Gayeng
Ganjar Tegaskan Aksi “Jateng di Rumah Saja” Bukan Lockdown dan Tidak Memiliki Sanksi
Ganjar Tegaskan Aksi “Jateng di Rumah Saja” Bukan Lockdown dan Tidak Memiliki Sanksi
Jateng Gayeng
Meski Tengah Pandemi, Ganjar Pastikan Pelayanan Publik di Jateng Tetap Berjalan
Meski Tengah Pandemi, Ganjar Pastikan Pelayanan Publik di Jateng Tetap Berjalan
Jateng Gayeng
Ganjar Usulkan Aksi
Ganjar Usulkan Aksi "Jateng di Rumah Saja", Tokoh Agama Beri Dukungan
Jateng Gayeng
Tak Mau Repot Saat Disuntik Vaksin, Ganjar Kenakan Baju Adat Unik
Tak Mau Repot Saat Disuntik Vaksin, Ganjar Kenakan Baju Adat Unik
Jateng Gayeng
Bukan Lockdown, Ganjar Sebut Dukungan Masyarakat Dibutuhkan untuk Atasi Covid-19
Bukan Lockdown, Ganjar Sebut Dukungan Masyarakat Dibutuhkan untuk Atasi Covid-19
Jateng Gayeng
Berharap Indonesia Bebas dari Bencana, Ganjar Gelar Doa Lintas Agama
Berharap Indonesia Bebas dari Bencana, Ganjar Gelar Doa Lintas Agama
Jateng Gayeng
Bangun Solidaritas, Ganjar Kirim 15 Relawan untuk Bantu Penanganan Korban Gempa Sulbar
Bangun Solidaritas, Ganjar Kirim 15 Relawan untuk Bantu Penanganan Korban Gempa Sulbar
Jateng Gayeng