Hati-hati Kacanduan Gawai pada Anak Bisa Sebabkan Depresi

Mikhael Gewati
Kompas.com - Jumat, 11 Oktober 2019
Hati-hati Kacanduan Gawai pada Anak Bisa Sebabkan DepresiDOK. Humas Pemerintah Provinsi Jawa BaratDirektur Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jabar Elly Marliyani (tengah), Kepala Seksi Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Jabar Arief Sutedjo dan Staf Khusus Gubernur Bidang Kesehatan Siska Gerfianti saat hadir dalam kegiatan dalam acara Jabar Punya Informasi di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kamis (10/10/2019).


KOMPAS.com
- Ketergantungan penggunaan gawai tak hanya dialami orang dewasa, tapi mulai menyasar anak-anak. Bahkan, kecanduan penggunaan gawai untuk anak-anak bisa menyebabkan masalah kejiwaan serius. 

Hal ini dikatakan Direktur Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jabar Elly Marliyani. Menurutnya, masalah kecanduan gawai pada anak-anak membuat usia rentan masalah kejiawaan meluas dari 15 tahun menjadi lima tahun.

Saat ini, pihaknya tengah menangani anak-anak yang mengalami orang dengan masalah kejiwaan (ODMK) akibat kecanduan gawai.

"Usia 5 dan 8 tahun juga mengalami ODMK akibat kecanduan gadget. Kami sedang menangani kasus itu," kata Elly seperti dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Jumat (10/10/2019).

Hal tersebut disampaikan Elly dalam acara Jabar Punya Informasi di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (10/10/2019).

Baca juga: Kebanyakan Main Gadget, Waktu Santai Milenial Makin Berkurang

Ia menuturkan kecanduan gawai ini terjadi karena anak-anak diberikan akses berlebih oleh orangtuanya. Akibatnya anak-anak menimbulkan gejala ketergantungan hingga menyebabkan mereka emosional.

"Akibatnya temperamental, dia tidak bisa mengendalikan emosinya. Ada kasus itu saat mati lampu, anaknya itu minta dicas HP-nya, malah mengamuk hancurkan pintu hal tidak diduga," ucap Elly.

Ia menuturkan peran keluarga sangat penting dalam pencegahan kecanduan gawai pada anak-anak. Mereka harus dialihkan perhatiannya dengan permainan tradisional dan sosialisasi bersama usia sebayanya.

"Diawali pencegahan di awal, jadi gadget itu dikembalikan fungsinya apakah anak-anak itu sudah harus pakai gadget. Sesuai usia harus diaktifkan bermain dengan teman, mainan tradisional," tutur dia.

Ia mengaku belum memiliki data akurat mengenai penderita masalah kejiwaan akibat kecanduan gawai. Meski begitu, dipastikan 1 dari 10 warga Jabar mengalami masalah kejiwaan yang di antaranya depresi hingga kecanduan gadget.

Baca juga: Kapan Waktu yang Tepat Kenalkan Anak pada Gadget?

"Satu dari 10 orang mengalami ODMK atau depresi. Gadget masuk dalam ODMK itu," katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Jabar Arief Sutedjo mengatakan, dengan kondisi sosial yang berkembang di masyarakat, saat ini anak-anak memiliki potensi tinggi mengalami sakit jiwa.

Untuk mengurangi dampak negatif tersebut, orangtua dan guru di sekolah memiliki peran penting membangun sikap anak.

"Misalnya guru BP (bimbingan sosial) harus bisa mengajarkan anak agar menghindari hal negatif yang bisa ada di sekolah. Mereka juga harus diajarkan bisa bergaul dengan lingkungan yang baik," paparnya.

Adapun Staf Khusus Gubernur Bidang Kesehatan Siska Gerfianti mengatakan, pada 20 tahun ke depan diprediksi penyakit tidak menular akan lebih menghantui masyarakat. Salah satu yang dikhawatirkan meningkat adalah penyakit depresi.

PenulisMikhael Gewati
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
Athalia Ridwan Kamil: Meski PSBB, Layanan Posyandu Tidak Boleh Berhenti
Athalia Ridwan Kamil: Meski PSBB, Layanan Posyandu Tidak Boleh Berhenti
jawa barat
Ridwan Kamil: Berdonasi dan Berdiam di Rumah adalah Bentuk Bela Negara
Ridwan Kamil: Berdonasi dan Berdiam di Rumah adalah Bentuk Bela Negara
jawa barat
Keterlibatan Semua Pihak Dalam Gerakan Nasi Bungkus Diapresiasi Atalia Kamil
Keterlibatan Semua Pihak Dalam Gerakan Nasi Bungkus Diapresiasi Atalia Kamil
jawa barat
Soal Larangan Warga Tidak Keluar dari Daerahnya, Emil Minta Bantuan Kepolisian
Soal Larangan Warga Tidak Keluar dari Daerahnya, Emil Minta Bantuan Kepolisian
jawa barat
Pemerintah Berikan Jabar 21.000 Reagen PCR dari Korsel dan Tiongkok
Pemerintah Berikan Jabar 21.000 Reagen PCR dari Korsel dan Tiongkok
jawa barat
Pemprov Jawa Barat Kembali Terima Donasi Penanganan Covid-19
Pemprov Jawa Barat Kembali Terima Donasi Penanganan Covid-19
jawa barat
Warga Jabar Terdampak Covid-19 Dapat 9 Jenis Bantuan
Warga Jabar Terdampak Covid-19 Dapat 9 Jenis Bantuan
jawa barat
Percepat Penanggulangan Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng LIPI
Percepat Penanggulangan Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng LIPI
jawa barat
Wagub Uu Dukung Pengusulan 2 Tokoh Jabar Jadi Pahlawan Nasional
Wagub Uu Dukung Pengusulan 2 Tokoh Jabar Jadi Pahlawan Nasional
jawa barat
Gandeng Ojek Online dan PT Pos Indonesia, Pemprov Jabar Genjot Penyaluran Bansos
Gandeng Ojek Online dan PT Pos Indonesia, Pemprov Jabar Genjot Penyaluran Bansos
jawa barat
Program Gasibu di Gunung Putri Bogor Bagikan 500 Nasi Bungkus Setiap Hari
Program Gasibu di Gunung Putri Bogor Bagikan 500 Nasi Bungkus Setiap Hari
jawa barat
Di Rapat Paripurna DPRD, Emil Beberkan Keberhasilan Jabar Raih 131 Penghargaan
Di Rapat Paripurna DPRD, Emil Beberkan Keberhasilan Jabar Raih 131 Penghargaan
jawa barat
Jabar Paling Tinggi dalam Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19
Jabar Paling Tinggi dalam Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19
jawa barat
Wagub Jabar Minta Tokoh Agama Ajak Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan
Wagub Jabar Minta Tokoh Agama Ajak Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan
jawa barat
Jelang PSBB Jabar, 5.492 KK Terdampak Covid-19 Mulai dapat Bansos
Jelang PSBB Jabar, 5.492 KK Terdampak Covid-19 Mulai dapat Bansos
jawa barat