Ganjar Pamerkan Hasil Karya Difabel Jateng Masuk Hotel Berbintang

Auzi Amazia Domasti
Kompas.com - Kamis, 21 Februari 2019
Ganjar Pamerkan Hasil Karya Difabel Jateng Masuk Hotel BerbintangDok. Humas Pemerintah Provinsi Jawa TengahBeberapa penyandang difabel atau disabilitas sedang membuat kerajinan tangan di Roemah Difabel, Semarang.

KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memamerkan karya penyandang disabilitas dari Roemah Difabel Semarang. Karya tersebut merupakan pengharum ruangan berbentuk replika Warak Ngendog yang dipajang di hotel bintang empat Patra jasa.

"Hasil karya penyandang disabilitas masuk hotel bintang 4," tulis Ganjar di salah satu linimasanya, Kamis (21/2/2019).

Tulisan itu disertai foto berupa replika Warak Ngendog yang terbuat dari akar kayu wangi dan juga berfungsi sebagai pengharum ruangan.

"Hasil karya Roemah Difabel jadi souvenir di suite room Patra Jasa Hotel," tulisanya yang juga mendapat like dan komentar dari ratusan followersnya.

Baca jugaDukung Peyandang Disabilitas, Ganjar Pakai Batik Karya Siswa SLB

Ternyata, hasil karya penyandang disabilitas dari Roemah Difabel Semarang tidak hanya replika Warak Ngendog. Ada ratusan kerajinan lainnya yang dibuat oleh penyandang disabilitas dii rumah sekaligus tempat belajar yang terletak di Jalan MT Haryono Kota Semarang.

Ada kerajinan kain batik, baju, sulam pita, tas, sandal hotel, lukisan,dan dompet. Semua barang tersebut merupakan karya teman-teman difabel dan telah dipasarkan tidak hanya di Indonesia, namun juga di dunia internasional.

Hasil karya replika Warak Ngendog yang dipamerkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melalui akun media sosialnya.twitter Hasil karya replika Warak Ngendog yang dipamerkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melalui akun media sosialnya.
Founder dan Inisiator Roemah Difabel B Noviani Dibyantari mengatakan bahwa pemasaran karya-karya tersebut dilakukan juga secara online.

"Jadi, pemesannya tidak hanya dari dalam negeri. Selain di sejumlah hotel berbintang, karya anak-anak ini banyak yang dipesan dari luar negeri seperti Australia, Belanda, Jerman dan sebagainya," kata Noviani, Kamis (21/2/2019) seperti dalam keterangan tertulisnya.

Selain mengajarkan keterampilan membuat hasil kerajinan tangan, Roemah Difabel juga mengajarkan kemampuan lain, seperti bahasa Inggris, pelatihan komputer, pembuatan telur asin, musik, seni lukis, penulisan, dan fotografi.

"Ada sekitar 50-an anak didik kami dari beragam penyandang disabilitas di Jawa Tengah ini. Mereka kami tampung untuk kami berikan pelatihan kerajinan tangan, skill dan ilmu pengetahuan agar mereka bisa mandiri," jelasnya.

Apresiasi

Perlu diketahui, semua pelatihan yang lakukan Roemah Difabel adalah untuk mewadahi para penyandang disabilitas berkarya. Noviani pun meyakini kalau mereka bisa berdaya jika diberikan kesempatan dan masyarakat pun bisa mengapresiasi karya mereka.

Maka dari itu, Noviani mengatakan, apa yang dilakukan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo merupakan contoh yang sangat bagus. Sebagai seorang pemimpin, Ganjar sudah memberikan contoh bagaimana peduli dan mengapresiasi karya difabel.

"Upaya gubernur luar biasa, karena beliau sangat peduli sekali dengan penyandang disabilitas. Bagi kami, itu sebuah kebanggaan luar biasa, yang makin membuat sahabat difabel semangat untuk terus berkarya, sehingga produk yang dihasilkan semakin baik dan mampu bersaing di dunia luar," ujarnya.

Baca juga: Di Depan Ganjar, Penyandang Disabilitas Keluhkan Kantor Pemkab Kudus

Sebagai informasi, pendirian Roemah Difabel sudah dilakukan sejak 2017 lalu. Di tempat inilah para sahabat difabel seperti penyandang Autis, Tuna Daksa, Tuna Grahita, Tuna Rungu dan sejumlah penyandang disabilitas intelektual dididik untuk berkreasi dan berinovasi sesuai minat dan kemampuan masing-masing.

Salah satu penyandang difabilitas di Roemah Difabel Semarang, Ana Octavia mengatakan, sebenarnya difabel memiliki potensi yang luar biasa dalam berkarya.

Namun sayang, selama ini banyak penyandang disabilitas kesulitan mendapatkan tempat dan apresiasi.

"Di Roemah Difabel Semarang ini saya merasa senang sekali, karena apa yang menjadi minat saya dan teman-teman dapat tersalurkan. Selain soal skill dan keterampilan, kami juga mendapatkan ilmu dan pengalaman yang luar biasa," tuturnya.

Di Roemah Difabel tersebut, Ana yang menderita lumpuh tersebut diajari banyak hal, termasuk komputer. Karena keahliannya dalam bidang komputer, ia dipercaya sebagai marketing produk-produk Roemah Difabel di dunia maya.

"Saya sehari-hari mengelola Instagram RD Olshop, yang menjual produk-produk kami kepada masyarakat," tuturnya.

PenulisAuzi Amazia Domasti
EditorMikhael Gewati