Mantan Wawali Makassar Takjub Lihat Watampone di Bone: Kotanya Bersih, Jalannya Mulus

Kompas.com - 20/05/2026, 10:20 WIB
DWN

Penulis

KOMPAS.com - Mantan Wakil Wali (Wawali) Kota Makassar Andi Herry Iskandar mengaku takjub melihat perkembangan Kota Watampone, saat kembali mengunjungi kampung halamannya di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (18/5/2026).

Tokoh senior Sulsel yang juga keponakan almarhum Jenderal M Jusuf itu datang ke Bone untuk menghadiri agenda keluarga. Namun, setibanya di Watampone, ia langsung menyoroti perubahan wajah kota yang dinilainya semakin bersih, tertata, dan nyaman dipandang.

“Luar biasa perkembangan Kota Watampone sekarang. Kotanya bersih dan jalan-jalannya bagus,” ujar Andi Herry dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu (20/5/2026).

Kekagumannya itu turut disampaikan langsung kepada Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, melalui sambungan telepon.

“Luar biasa apa yang dikerjakan, Pak Bupati. Kota bersih dan jalannya bagus. Saya mendukung pembangunan di Bone. Semoga sehat dan sukses membangun daerah,” kata Andi Herry.

Baca juga: Sempat Kabur, Oknum TNI Terduga Pelaku Pencabulan Siswi SD di Kendari Ditangkap di Bone

Menurut dia, perubahan yang kini terlihat di Bone merupakan kondisi nyata yang dapat dirasakan langsung masyarakat maupun para perantau yang pulang kampung.

“Saya bukan memuji, tetapi ini memang fakta yang ada. Saya tidak mengatakan kinerja bupati sebelumnya tidak bagus, tetapi sekarang perkembangannya luar biasa. Mudah-mudahan bisa terus dilanjutkan,” tutur Andi Herry.

Andi Herry dikenal sebagai birokrat senior di Sulsel. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sinjai dan Kabupaten Gowa.

Selain itu, Andi Herry juga pernah menjadi Kepala Dinas Perikanan Kota Makassar sebelum dipercaya mendampingi Ilham Arief Sirajuddin sebagai Wakil Wali Kota Makassar.

Ia juga sempat menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Makassar ketika Ilham Arief Sirajuddin kembali maju dalam kontestasi pemilihan kepala daerah.

Baca juga: Mendagri Minta Kepala Daerah Cek Dampak Pelemahan Rupiah Ke Harga Barang

Pernyataan Andi Herry menjadi sorotan positif terhadap pembangunan dan penataan Kota Watampone yang belakangan mendapat perhatian publik, terutama pada aspek kebersihan kota dan pembenahan infrastruktur jalan di sejumlah titik.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com