Walikota Hendi: Islam Agama Rahmatan Lil Alamin

Kompas.com - Senin, 12 Juni 2017
Dok. Humas Pemerintah Kota SemarangWali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengajak para ulama dan umat Islam mewujudkan Islam sebagai agama rahmatan lil alamin. Hendrar dan sejumlah pejabat Muspida Kota Semarang menghadiri salat tarawih di aula Kementerian Agama Kota Semarang, Jumat (9/6)

SEMARANG, KOMPAS.com-Bulan suci ramadhan menjadi momentum tepat untuk mengajak umat Islam mewujudkan Islam sebagai agama rahmatan lil alamin. Peran para ulama dan seluruh umat Islam dalam menciptakan kedamaian membantu pemerintah Semarang untuk bekerja optimal.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengapresiasi kerja Kementerian Agama Kota Semarang dengan mengkoordinasi para ulama untuk menciptakan hidup bermasyarakat yang aman dan damai.

“Saat daerah-daerah lain selalu ada kontra dan meributkan perbedaan-perbedaan SARA, namun di Semarang (kehidupan) berjalan dengan tenang. Hal ini patut diacungi jempol untuk Kementerian Agama beserta jajarannya, " kata Hendrar saat salah tarawih di Aula Kementerian Agama Kota Semarang, Jumat (9/6).

Terjadinya gesekan terkait isu SARA di sejumlah daerah, perlu disikapi pemerintah dengan bijak. Dia berharap para alim ulama dan tokoh masyarakat Semarang untuk dapat menyiarkan Islam sebagai agama yang penuh cinta, damai dan membawa kesejahteraan.

"Islam merupakan agama rahmatan lil alamin dan agama yang moderat," katanya.

Tindakan oknum pemeluk Islam yang membawa keresahan bagi umat beragama lain mesti dihentikan. Sehingga, persepsi negatif terhadap Islam mampu diubah.

“Orang Islam dipandang hanya bisa meneriakkan Allahu Akbar pada saat perang. Maka, kita sebagai umat Islam bisa menetralkan situasi-situasi seperti itu," ujarnya

Di samping itu, Hendrar mengingatkan Kementerian Agama untuk meningkatkan pelayanan ibadah haji tahun ini. Sekitar 2.200 jamaah Kota Semarang akan menunaikan ibadah haji pada 2017.

"Saya titip untuk mengawal sedulur-sedulur kami. Supaya bisa menjalankan ibadah dengan baik, lancar dan pulang dengan selamat,” katanya.

Sementara, Ustad Fahrurrozi dalam ceramabisa hnya menjelaskan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dikaitkan dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.

Menurut dia, kelima sila harus diwujudkan untuk mencapai negara yang aman, tenteram, dan berkeadilan. Setiap umat Islam, dia melanjutkan, wajib menerapkan kelima sila tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut dia, sila pertama mengatur hubungan manusia dengan sang pencipta Allah SWT terutama dalam menjalankan ibadah salat. Sila kedua mengatur hubungan manusia dengan sesama.

Sila ketiga dan keempat Pancasila mengajarkan persatuan dan menerima perbedaan-perbedaan yang ada di lingkungan. Sedangkan, sila terakhir mengajarkan agar manusia berlaku adil.

Pada kesempatan itu, Fahrurrozi mengajak para jemaah berlaku untuk menghormati pemimpin dalam pemerintahan. Tindakan itu merupakan kewajiban warga negara yang baik. Sebaliknya, pemimpin juga mesti menghormati rakyat.

"Insya Allah keduanya membawa keberkahan," ungkapnya.

Hendrar dan istrinya, Tia Hendrar Prihadi menjalankan salat tarawih yang dilanjutkan witir berjamaah di aula Kantor Kementerian Agama Kota Semarang. Muspida yang hadir dalam salat tarawih itu di antaranya pejabat Polrestabes, Pengadilan Negeri, Kodim 0733/BS, para Kyai dan alim ulama, Ketua MUI, Ketua FKUB, Ketua Muhamadiyah.

EditorKurniasih Budi
Komentar
Terkini Lainnya
Semarang Tampil Cantik di Hari Lebaran, Ini Buktinya....
semarang
Kota Semarang Bersolek Menyambut Pemudik
semarang
Pengangguran di Semarang Diprediksi Berkurang
semarang
Hendrar Prihadi Dorong Anak Yatim Bercita-cita Tinggi
semarang
Wali Kota Semarang Titip Pesan Khusus untuk Pemudik
semarang
Investasi di Semarang Melonjak Tajam
semarang
Semarang Bakal Jadi Kota Tanpa Kabel di Udara
semarang
Bersih-bersih Masjid Jadi Agenda Kota Semarang Tiap Jumat
semarang
Pesan Wali Kota Semarang untuk Didik Anak di Usia Emas
semarang
Cerita di Balik Rencana Pembangunan Jalan Lingkar Luar Semarang
semarang
Sukses Bersihkan Birokrasi, Semarang Raih Wajar Tanpa Pengecualian
semarang
“Dugder”, Tradisi Kota Semarang Sambut Ramadhan Digelar Besok!
semarang
100 "Drummer" Mengentak Kota Semarang
semarang
Ribuan Lampion Menghiasi Langit Kota Semarang
semarang