Dalang Dadan: Pemimpin Jawa Barat Harus Cinta Budaya Sunda

Kompas.com - Minggu, 4 Juni 2017
KOMPAS.com/IRWAN NUGRAHASeniman sekaligus dalang wayang golek Sunda Dadan Sunandar Sunarya berbicara mengenai kriteria calon pemimpin Jawa Barat.

PURWAKARTA, KOMPAS.com - Seniman sekaligus dalang wayang golek Sunda Dadan Sunandar Sunarya memiliki pandangan tersendiri mengenai kriteria pemimpin di Jawa Barat (Jabar). Putra almarhum dari dalang terkenal Asep Sunandar Sunarya menuturkan pendapatnya belum lama ini.

“Pemimpin Jawa Barat (selanjutnya) harus memiliki nilai lebih dalam membangun kecintaan terhadap budaya (Sunda),” ujarnya.

Pandangan itu dituturkan olehnya karena dalam waktu dekat, masyarakat Jabar akan memilih pemimpin baru menggantikan Gubernur Ahmad Heryawan.

Bagi Dadan, pemimpin daerah akan cocok dengan kawasan yang dinaunginya saat mencintai budaya setempat. Dalam kacamatanya, sosok pemimpin itu sudah melekat pada sahabatnya sekaligus Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi.

“Saya menilai Dedi sebagai orang yang gigih dan secara berkelanjutan (serta konsisten) mencintai budaya Sunda,” tambahnya.

Dadan mengaku, ucapannya tak sembarang. Ia memberi pendapat demikian karena sudah mengenal Dedi sejak 15 tahun lalu.

“Lagi pula, Dedi tak hanya mampu mewujudkan budaya Sunda menjadi tontonan saja, tetapi juga sebagai contoh. Dedi (kan) dikenal sebagai dalang juga. Ia selalu coba mengenalkan budaya Sunda pada masyarakat di dalam dan luar Jaba,” kata dia.

Meski demikian, ia tak menampik bahwa budaya Sunda dicintai oleh banyak pemimpin dan calon pemimpin Jabar.

Dadan mengungkapkan bahwa ia dan keluarga besarnya di Padepokan Wayang Golek Giri Harja, Jelekong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, berkomitmen untuk mendukung siapapun yang mencintai kebudayaan Sunda.

“Apalagi (kalau ada) calon pemimpin yang memiliki pandangan bahwa kesejahteraan dapat ditempuh dengan cara menjaga alam dan lingkungan,” katanya.

Mengapa demikian, karena hal itu sesuai dengan falsafah orang Sunda yang selalu membangun sinergi dengan alam dan kebudayaan. Ia memperingatkan, apabila budaya hancur maka tatanan daerah atau bangsa akan hancur juga.

“Otomatis kami dukung pemimpin yang konsisten mencintai seni dan budaya. Keluarga kami konsisten atas itu," pungkasnya. (KONTRIBUTOR PURWAKARTA/IRWAN NUGRAHA)

EditorSri Noviyanti
Komentar
Terkini Lainnya
Sedekah Lewat Kebijakan, Dedi Mulyadi Diapresiasi Kiai Cipasung
purwakarta
Guru-guru di Purwakarta Akan Belajar ke Australia
purwakarta
Wow...di Purwakarta Tersebar “ATM Beras”
purwakarta
Listrik dan Gas di Pedesaan Hemat Berkat Biogas
purwakarta
TNI AL "Kepincut" Kawasan Jatiluhur
purwakarta
Dedi Mulyadi Ajak Preman Bersihkan Masjid
purwakarta
Sekolah di Purwakarta Diliburkan Selama Puasa, Fokus ke Kitab Kuning
purwakarta
Toleransi di Purwakarta Istimewa Jadi Contoh Negara Dunia
purwakarta
Kenapa Maaruf Amin Selalu Dukung Dedi Mulyadi? Ini Alasannya...
purwakarta
Hary Tanoe: Dedi Mulyadi Sudah Ikut Memakmurkan Jawa Barat
purwakarta
Dedi Mulyadi: Islam Kultur Terbukti Punya Kekuatan
purwakarta
Ini Air Mancur yang Bikin Presiden Jokowi Penasaran!
purwakarta
Mau Tahu Pengorbanan Seorang Ibu? Kunjungi Museum Bale Indung Rahayu!
purwakarta
Bupati Purwakarta Beberkan Resep Pengelolaan Keuangannya
purwakarta